Senin, Oktober 31, 2011

Langkah Sederhana Menulis Karangan

  • Membaca
Sebuah karangan dimulai dengan sebuah ide atau beberapa ide yang kemudian digabung menjadi satu. Ide-ide tersebut dapat diperoleh dari membaca buku dan membaca apa yang ada di sekitar kita.
  1. Membaca buku
Dengan membaca langsung, banyak yang bisa kita ketahui dan pelajari . dari hal yang paling sederhana sampai hal yang paling rumit. Misalnya bila kita membaca novel, kita bisa mengetahui hal sehubungan dengan tokoh utama dan sampingan, waktu dan tempat kejadian, peristiwa atau permasalahan.

  1. Membaca apa yang ada di sekitar kita
Coba perhatikan apa yang terjadi di sekitar kita. Sebuah kejadian atau percakapan orang-orang yang ada di sekitar kita. Dari sesuatu yang yg sedang hangat-hangatnya dibicarakan atau istilahnya yanag sedang nge-trend sering mendorong munculnya sebuah ide cerita bahkan beberapa ide sekaligus. Hingga kemudian kita dapat menciptakan tokoh yang ‘benar-benar hidup’ karena di dunia nyata contoh orangnya memang ada.
  • Mencatat poin-poin penting
Jika memiliki daya ingat yang tidak kuat, disarankan agar memiliki catatan khusus, untuk mencatat ide cerita yang akan ditulisnya. Bersama dengan ide cerita itu dapat disertai hal-hal penting lainnya yang bersifat khusus yang mungkin nanti ‘wajib’ dimasukkanke dalam cerita, tidak ketinggalan hal-hal kecil yang membuat ‘sreg’ untuk dimasukkan ke dalam rencana karya.
  • Menuliskannya
Tulislah ide yang kita dapatkan dari bagian mana saja yang ingin kita tulis, karena tidak semua orang dapat menulis karangan dengan membuat kerangkanya terlebih dahulu. Jika perlu tulis sinopsisnya, kemudian kembangkan. Setiap orang memiliki cara masing-masing dalam menulis yang menurutnya mudah dan nyaman untuk dirinya.
  • Menyusun kembali
Setelah kita menuliskan karangan secara tidak berurutan, pada bagian ini kita gunakan untuk menyusun kembali apa yang sudah kita tulis. Jangan takut utnutk membongkar pasang apa yang sudah kita tulis karena tujaun dari menyusun kembali itu  agar karya kita enak untuk dibaca.
  • Meminta masukan
Masukan dapat berupa saran dan kritik. Tujuan meminta masukkan adalah utnuk mengetahui sudah baikkah tulisan yang kita tulis? Hal yang penting utnuk diingat dan dicatat,bahwa karya yang ditujukan untuk penerbit nantinya akan dibaca oleh banyak orang sesuai sasaran. Maka dari itu, seharusnya kita membuat cerita yang bisa dipahami oleh mereka yang akan menjadi konsumen kita.
  • Merevisi
Perbaikilah naskha yang telah kita tulis dengan memperhatikan :
1.     menggunakan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan).
2.     menyusun kalimat serta memperkaya perbendaharaan kata.
3.     menggunakan istilah-istilah asing dan hal-hal kecil lain yang mungkin belum terpikirkan saat pertama kali menuliskannya.
  • Membuat salinan
Di zaman yang serba modern ini, sudah jarang calon penulis yang menuliskan karyanya secara tradisional dengan menggunakan kertas dan pulpen sepenuhnya. Banyak factor penyebab, salah satunya adalah bahwa penerbit hanya menerima naskah dengan huruf cetak. Agar lebih praktis,mereka menggunakan komputer. Namun, komputer juga memiliki kelemahan, yaitu saat terkena virus atau rusak, data-data yang disimpan terancam musnah. Buatlah salinan dari hasil ketikan tersebut.
  • Mengirimkan ke penerbit
Sebelum mengirimkan naskah kita ke penerbit, penting sekali untuk mencari tahu bagaimana sebenarnya penerbit yang akan kita tuju. Karena setiap penerbit memiliki ciri khas masing-masing dan tidak setiap penerbit menerima jenis naskah yang akan kita kirim.biasanya setiap penerbit mencantumkan syarat-syarat pengajuan naskah.
Syarat-syarat pengajuan naskah secara umum :
1.     naskah merupakan karya asli, bukan jiplakan atau saduran.
2.     naskah belum pernah dipublikasikan.
3.     cerita tidak mengandung unsure SARA dan pornografi.
4.     naskah diketik pada kertas ukuran A4 spasi 1,5 jenis huruf Times New Roman.
5.     menyertakan biodata dan sinopsis.

Sumber : buku Nulis, Yuk! Novel Cerpen bagi Pemula karya M. Akmal

0 comments:

Posting Komentar