Nama : Yasmine Shahnaz
Khairunnisa
NPM : 22209361
Kelas : 4EB08
Ekonomi
Global
Ekonomi
dunia atau ekonomi global secara umum merujuk ke ekonomi yang didasarkan pada
ekonomi nasional semua negara di dunia. Ekonomi global juga dapat dipandang
sebagai ekonomi masyarakat global dan ekonomi nasional, sehingga menciptakan
satu ekonomi global. Ekonomi dunia dapat dievaluasi dengan berbagai cara.
Misalnya, tergantung model yang dipakai, penilaian yang dipakai dapat
direpresentasikan menggunakan mata uang tertentu, misalnya dollar AS tahun 2006
atau euro tahun 2005.
Ekonomi
dunia tidak terpisahkan dari geografi dan ekologi bumi, sehingga menjadi salah
paham karena seharusnya tidak mencakup pertimbangan sumber daya atau nilai
apapun di luar bumi meski definisi dan representasi “ekonomi dunia”
bermacam-macam. Misalnya, ketika ada upaya yang bisa dilakukan untuk menghitung
nilai kesempatan daerah tambang yang belum terjamah di teritori yang belum
diklaim di Antartika, kesempatan yang sama di Mars tidak bisa dianggap sebagai
bagian dari ekonomi dunia—bahkan jika saat ini dieksploitasi dengan cara-cara
tertentu—dan dapat dianggap sebagai nilai laten saja sebagaimana properti
intelektual yang belum tercipta, seperti penemuan yang tidak terpikirkan
sebelumnya.
PENGERTIAN KRISIS EKONOMI GLOBAL
Krisis ekonomi global adalah peristiwa di mana seluruh
sektor ekonomi pasar dunia mengalami keruntuhan/degresi dan mempengaruhi sektor
lainnya di seluruh dunia. Krisis ekonomi Global terjadi karena permasalahan
ekonomi pasar di sluruh dunia yang tidak dapat dielakkan karena kebangkrutan
maupun adanya situasi ekonomi yang carut marut. Sektor yang terkena imbasan
Krisis ekonomi global adalah seluruh sektor bidang kehidupan. Namun yang paling
tampak gejalanya adalah sektor bidang ekonomi dari terkecil hingga yang
terbesar.
Sebagai contoh bahwa negara adidaya yang memegang kendali ekonomi
pasar dunia yang mengalami keruntuhan besar dari sektor ekonominya. Peristiwa
ini mengakibatkan rontoknya perusahaan keuangan dan bank-bank besar di Negeri
Paman Sam satu per satu. Bangkrutnya Lehman Brothers langsung mengguncang bursa
saham di seluruh dunia. Bursa saham di kawasan Asia seperti di Jepang,
Hongkong, China, Asutralia, Singapura, India, Taiwan dan Korea Selatan,
mengalami penurunan drastis 7 sd 10 persen. Termasuk bursa saham di kawasan
Timur Tengah, Rusia, Eropa, Amerika Selatan dan Amerika Utara. Tak terkecuali
di AS sendiri, Para investor di Bursa Wall Street mengalami kerugian besar.
Cara mengatasi permasalah Krisis ekonomi bagi masyarakat adalah
lebih selektif dalam memenuhi kebutuhan dan bersikap kooperatif bersama
pemerintah dan sebaliknya dari pemerintah untuk lebih sigap dalam situasi
masyarakat.
DAMPAK TERJADINYA KRISIS EKONOMI GLOBAL
BAGI INDONESIA
Krisis ekonomi yang sedang dialami oleh beberapa negara besar di
dunia diantaranya AS secara tidak langsung mempengaruhi perekonomian di
Indonesia.Maka dari itu pemerintah harus waspada dan antisipatif, karena resesi
ekonomi AS kemungkinan semakin parah sehingga bisa berdampak hebat terhadap
kehidupan ekonomi di dalam negeri
Krisis ekonomi global bisa diumpamakan sebagai deretan kartu
domino yang diatur sejajar,jika pemain utamanya terjatuh maka akan membawa
dampak buruk terhadap yang lainnya (efek domino). Celakanya, kalau
negara-negara berkembang yang terkena krisis ekonomi, lembaga-lembaga keuangan
internasional cenderung lepas tangan. Akibatnya, krisis yang terjadi bisa
sangat parah dan potensial mengimbas ke wilayah lain.
Warung-warung di pelosok Jakarta kini bertumbangan ke jurang
kebangkrutan. Itu sebagai bukti bahwa rakyat kebanyakan sudah tak berbelanja
lagi. Sementara lapisan atas justru berbelanja keperluan sehari-hari ke
pasar-pasar modern milik pengusaha besar. Ini menyebabkan kefailitan raksasa
bagi dunia bisnis.
Saat ini dampak resesi ekonomi global yang paling dirasakan adalah
pada masyarakat menengah ke atas, terlebih mereka yang bermain saham, valuta
asing dan investasi emas.
Dari pantauan media di sejumlah pasar di tanah air, sejak BEJ
melakukan suspend pada Jum’at (10/10/11) , harga bahan-bahan pangan mulai
merangkak naik. Jika sudah begini, masyarakat bawah yang paling merasakan
dampaknya.
Selain itu, kenaikan harga bahan baku di sektor properti akibat
pengaruh krisis ekonomi global, sangat mungkin terjadi. Seperti di kutip dari
Antara.co.id, Wakil Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah, Adib
Adjiputra, di Solo, beberapa waktu lalu mengatakan, harga bahan baku yang
diproduksi di dalam negeri maupun luar negeri, berpotensi terpengaruh oleh
krisis ekonomi ini.
Harga bahan baku seperti besi, keramik, semen dan sejumlah
aksesori rumah lainnya yang berasal dari industri manufaktur, kata dia, sangat
rentan mengalami kenaikan.
Kenaikan bahan baku akibat dampak krisis ekonomi ini akan semakin
menyulitkan sektor properti, setelah sebelumnya juga diterpa kenaikan harga
bahan baku akibat kenaikan bahan bakar minyak (BBM).
BEBERAPA SOLUSI MENGATASI KRISIS EKONOMI
GLOBAL OLEH PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA
Presiden menegaskan 10 langkah yang harus ditempuh semua pihak untuk menghadapi
krisis keuangan yang terjadi di Amerika Serikat (AS), sehingga tidak berdampak
buruk terhadap pembangunan nasional.
Pertama, Presiden mengajak semua pihak dalam menghadapi krisis
global harus terus memupuk rasa optimisme dan saling bekerjasama sehingga bisa
tetap menjagar kepercayaan masyarakat.
Kedua, pertumbuhan ekonomi sebesar enam persen harus terus
dipertahankan antara lain dengan terus mencari peluang ekspor dan investasi
serta mengembangkan perekonomian domestik.
Ketiga adalah optimalisasi APBN 2009 untuk terus memacu
pertumbuhan dengan tetap memperhatikan `social safety net` dengan sejumlah hal
yang harus diperhatikan yaitu infrastruktur, alokasi penanganan kemiskinan,
ketersediaan listrik serta pangan dan BBM.
Untuk itu perlu dilakukan efisiensi penggunaan anggaran APBN maupun APBD khususnya untuk peruntukan konsumtif.
Untuk itu perlu dilakukan efisiensi penggunaan anggaran APBN maupun APBD khususnya untuk peruntukan konsumtif.
Keempat, ajakan pada kalangan dunia usaha untuk tetap mendorong
sektor riil dapat bergerak. Bila itu dapat dilakukan maka pajak dan penerimaan
negara bisa terjaga dan juga tenaga kerja dapat terjaga. Sementara Bank
Indonesia dan perbankan nasional harus membangun sistem agar kredit bisa
mendorong sektor riil. Di samping itu, masih menurut Kepala Negara, pemerintah
akan menjalankan kewajibannya untuk memberikan insentif dan kemudahan secara
proporsional.
Kelima, semua pihak lebih kreatif menangkap peluang di masa krisis
antara lain dengan mengembangkan pasar di negara-negara tetangga di kawasan
Asia yang tidak secara langsung terkena pengaruh krisis keuangan AS.
Keenam, menggalakkan kembali penggunaan produk dalam negeri
sehingga pasar domestik akan bertambah kuat.
Ketujuh, perlunya penguatan kerjasama lintas sektor antara
pemerintah, Bank Indonesia, dunia perbankan serta sektor swasta.
Kedelapan, semua kalangan diharapkan untuk menghindari sikap
ego-sentris dan memandang remeh masalah yang dihadapi.
Kesembilan, mengingat tahun 2009 merupakan tahun politik dan tahun
pemilu, kaitannya dengan upaya menghadapi krisis keuangan AS adalah memiliki
pandangan politik yang non partisan, serta mengedepankan kepentingan rakyat di
atas kepentingan golongan maupun pribadi termasuk dalam kebijakan-kebijakan
politik.
Kesepuluh, Presiden meminta semua pihak melakukan komunikasi yang
tepat dan baik pada masyarakat. Tak hanya pemerintah dan kalangan pengusaha,
serta perbankan, Kepala Negara juga memandang peran pers dalam hal ini sangat
penting karena memiliki akses informasi pada masyarakat.
Sumber:

















